07 July, 2009

Selamat Tinggal Prof.

Prof Dr Badri Yatim (52), Wakil Koordinator Kopertais I, Senin (6/7) pukul 6.55 meninggal dunia di Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC), Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Almarhum meninggal karena sakit yang dideritanya.

Almarhum dimakamkan di pemakaman UIN Jakarta Ciputat setelah dishalatkan di Masjid Fathullah. Beliau meninggalkan seorang istri dan dua anak. Selamat jalan Bung ....., namamu akan tetap dikenang, terukir dalam karya-karyamu. Terima kasih telah memperkaya khazanah tentang sejarah peradaban Islam.

11 June, 2009

Mengatasi Keterbatasan Tanpa Batas

Jika sobat melihat saudara kita bertongkat, berjalan "terbata-bata"
Itulah keterbatasan yang didapat
Tapi jangan kira bagaimana jika di dunia maya
'Bak Maestro , piawai lincah berselancar,
Laksana empu mengolah kata menjadi cerita

Masih bertanya?
Silahkan hunjungi Kartunet

08 June, 2009

Tokoh Difabel Dunia

Keterbatasan fisik bukan berarti membelenggu ekspresi
Seperti tembang Bung Iwan:

Tak berkaki coba untuk berlari ........
Tak berjari cengkram berulang kali .........
Tak bermata pandang dunia dengan jiwa........
Tak bertelinga jangan cepat kecewa ..........

Kenalkah sobat dengan tokoh-tokoh hebat ini:
  1. Stephen Hawking
  2. Ali Ibnu Ahmed Ibnu Yusuf Ibnu Al-Khizr Al-Amidi
  3. Thaha Husein (1889-1973)
  4. Franklin Delano Roosevelt
  5. Helen Keller
  6. At-Tirmidzi

01 June, 2009

UI Bakal Miliki Perpustakaan Terbesar di Dunia

Sumber : Okezone (Senin, 1 Juni 2009 - 10:43 wib)

DEPOK - Universitas Indonesia (UI) melakukan upacara pemancangan tiang pertama menandai dimulainya pembangunan Gedung Perpustakaan UI, hari ini.

Fasilitas tersebut dibangun di atas area seluas 2,5 hektare, sehingga akan menjadi salah satu perpustakaan terbesar, termodern, dan terindah di dunia. Perpustakaan ini akan menjadi salah satu motor internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia. Penting artinya untuk memacu produktivitas dan inovasi kampus sebagai salah satu motor kemajuan peradaban bangsa.

Deputy Director Corporate Communications UI Devie Rahmawati mengatakan, luas bangunan keseluruhan sekitar 30.000 m2 dan merupakan pengembangan dari perpustakaan pusat yang dibangun tahun 1986-87.

Pembangunan gedung delapan lantai ini ditargetkan selesai pada bulan Desember 2009. "Proyek ini didanai dari sumber pemerintah dan industri,terutama Bank BNI, dengan anggaran senilai R100 miliar," papar Devi dalam siaran pers, Senin (1/6/2009).

Dia menjelaskan gedung perpustakaan ini didisain dengan konsep sustanaible building. Sebagian kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan (solar energy). Di dalam gedung tidak diperkenankan menggunakan plastik. "Area baru ini bebas asap rokok, hijau, serta hemat listrik, kertas dan air," ungkap Devi.

Menurut dia, Perpustakaan Pusat UI tersebut akan dapat menampung sekitar 10.000 pengunjung dalam waktu bersamaan atau diperkirakan akan menampung pengunjung sekitar 20.000 orang per hari.
"Perpustakaan ini akan menampung sejumlah 3-5 juta judul buku, dilengkapi ruang baca, silent-room bagi dosen dan mahasiswa yang sedang menulis laporan penelitian atau karya ilmiah lainnya," kata Devi.

Selain itu, tambah dia, perpustakaan akan dilengkapi sistem ICT mutakhir yang menungkinkan pengunjung menikmati secara leluasa sumber informasi elektronik seperti e-book, e-journal, dan lainnya.
Sementara itu, sistem peminjaman akan berbasis sepenuhnya ICT. Akses luas akan dibuka di perpustakaan ini dengan pusat pembelajaran dan perpustakaan lain di dunia.

Sedangkan, keindahan perpustakaan lahir dari perpaduan gaya arsitektur yang unik seperti prasasti, dinding perpustakaan terbuat dari batu dan kaca yang berisi tulisan atau huruf dari seluruh dunia.

Pepohonan besar berusia 30 tahunan, dengan diameter lebih 100 cm, yang tidak ditebang saat pembangunan, melengkapi bagian depan dan samping lanskap gedung tersebut. Keindahan menjadi lengkap karena gedung mengeksplorasi secara maksimal keindahan tepi danau yang asri, sejuk, dan, teduh.

Secara lebih spesifik, fasilitas ini dimaksudkan pula bagi upaya meningkatkan mutu UI dan perguruan tinggi lain di Indonesia seperti
tercermin di rangking yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga internasional. Sebagai contoh UI mencanangkan masuk 200 besar dunia atau 30 besar Asia. Posisi UI saat ini di tingkat dunia adalah 287 dan di Asia 50 menurut versi THES QS. (ram)

Baca juga:
  1. Cyber Library for Integration

28 May, 2009

Kampus Ramah Difabel

Konsep pendidikan inklusif di Indonesia sudah menampakan buahnya, banyak saudara kita yang difabel (different ability people) mulai menampaki langkahnya di perguruan tinggi. Pertanyaannya sekarang bagaimana menciptakan kampus yang ramah terhadap difabel, karena walau bagaimanapun model pembelajaran di perguruan tinggi berbeda dengan di sekolah menengah, di mana kemandirian dalam belajar lebih dominan. Untuk itu diperlukan suasana kampus yang memiliki aksesibilitas terhadap difabel.

Jika sobat punya pengalaman terkait dengan hal ini, berbagilah dengan kami disini.

Cobalah kunjungi ini:
  1. Pengalaman Mimi di Leeds University (UK)
  2. Konsorsium Perpustakaan perguruan Tinggi M25 Consortium of Academic Libraries
  3. Tempat parkir di University of New England
  4. Pusat Kajian Disabilitas Universitas Indonesia
  5. Teknologi Adaptif di UIN Sunan Kalijaga
  6. College education for disabled adults Back to College

20 May, 2009

Perjuangan Kaum Difabel

Di atas kertas, hak kaum difabel tertulis rapi dalam regulasi
Dalam realitas, hak different ability people banyak dikebiri

Dalam keterbatasan mereka berjuang
Dalam kegelapan mereka membaca
Dalam kesunyian mereka bersuara
Dalam kelumpuhan mereka bergerak
menuju ke satu titik
aktualisasi diri

Jika sahabat mau meluangkan waktu
Jadilah mata, kaki dan telinga mereka
Jika sahabat mau berbagi ruang
Hargai potensi mereka

*Selamat kepada Prof. Irwanto atas pengukuhannya sebagai Guru Besar, juga sukses buat: Saharuddin Daming , Didi Tarsidi dan Ahmad Basri atas gelar doktornya
Serta salut buat pejuang tangguh lainnya:
Ninik Karta Atmadja , Agung Rejeki Yuliastuti, Mimi Mariani Lusli, Bambang Purwanto , Eko Ramaditya Adikara,Irawan Mulyanto, Dimas Prasetyo, Aris Yohanes,M. Ikhwan Toriqo, Alabanyo , Sidik, Wawang cs., Wijaya dan Arif.